POLA INTERVENSI DINI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Diposting pada

Bagi anak berkebutuhan Khusus yang mengalami kelambatan atau kelemahan dalam aspek perkembangan dan bila anak ini diprediksi akan mengalami kelemahan diberi pola intervensi diini.

intervensi dini adalah penanganan secara dini karena di prediksi akan mempunyai kelemahan dalam salah satu aspek perkembangan ,biasanya sejak usia 1 atua 2 tahun. Pola intervensi dini bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengupayakan agar anak mempunyai tingkah laku  yang baru,tidak dikehendaki,dilakukan dengan intens dan penuh ketelitian . Untuk terhinadr dari Kelambatan perkembanan fisik,diupayakan berupa latihan -latihan secara kontinyu. Bila ABK tidak lagi mengalami tingkah laku yang menyimpang atau tingkah laku yang di larang,penguatan dan hukuman kita kurangi frekuensinya dengan meberikannya beselang-selang. Yang pada akhirnya anak tidak ketergantungan lagi kepada penguatan dan hukuman

wilayah intervensi
Wilayah pengembangan intervensi dini bagin anak ABK diperlukan terobosan yang akurasi sehingga dalam pengembangannya tampak adanya perubahan yang potensial,sehingga penguatan menjadi reward yang paling ampuh.

  • Activity Level

intervensi untuk mengembangkan kemampuan mengontrol badan dan jiwa

  • Attention Span

Intervensi melibatkan anak pada kegiatan bermain pera ( role Playing)

  • Impluse Control

Intervensi yang berkenan dengan kemampuan untuk tenang menghadapi sesuatu yang mengejutkan 

  • Behavioral Options

Intervesi untuk mencegah timbulnya tingkah laku menyimpang


intervensi perhatian pendidikan muncul karena membutuhkan pendidikan .Dalam pendidikan guru-guru mengusahakan masalah-masalah dalam pembelajaran yang sedianya belum tampak . Kesadaran akan pentingnya pendidikan sangat mempengaruhi ABK dalam PBM . Intervensi tidak sekedar mengajarkan bahan ajar, juga mengembangkan abilitas,sikap dan lain-lain bahwa anak mempunyai kekurangan . Kekeurangan anak hendaknya segera dilaporkn , sehingga guru otopdagogdapat melaksanakan denagn segara mengadakan tim-tim assesment perlu memadai secara kebersamaan sehingga guru dan otopedagog bisa melihat arah intervensi dari  sudut keperluan untuk program yang akan datang 

sumber ( Bhineka Karya Winaya ) 
Penulis ( Drs. Suprayadi )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *